Halaman

Open SUSE Sejarah, Informasi dan Cara Penginstallann

openSUSE /ˌoʊpənˈsuːzə/ adalah sistem operasi komputer yang dibangun di atas kernel Linux. openSUSE dikembangkan secara independen, dengan dukungan komunitas melalui Proyek openSUSE yang disponsori oleh SUSE dan sejumlah perusahaan lain.

(logo OpenSUSE)


Tujuan Proyek openSUSE adalah untuk memperkenalkan penggunaan Linux di mana-mana dengan menciptakan distribusi Linux yang stabil dan ramah pengguna. openSUSE dapat digunakan sebagai sistem operasi untuk desktop dan server.

Sejarah Distribusi

SuSE Linux

Sejarah lahirnya openSUSE bermula pada awal tahun 1990-an di mana Linux masih berukuran 50 keping disket dan dapat diunduh melalui internet. Pada saat itu pengguna yang memiliki koneksi internet masih sangat sedikit. Kemudian pada tanggal 2 September 1992, S.u.S.E GmbH didirikan di Jerman dan mulai menjual disket Linux. Pada tahun 1994, perusahaan ini mengeluarkan distribusi Linux pertamanya dalam bentuk CD yang bernama SuSE Linux 1.0. SuSE Linux 1.0 merupakan distribusi turunan Slackware dengan terjemahan Bahasa Jerman.

Untuk membangun distribusi Linux yang berdiri sendiri, SuSE menggunakan jurix sebagai dasar pengembangan. jurix merupakan distribusi Linux dikembangkan oleh Florian La Roche, kemudian dia bergabung dengan tim SuSE dan mulai mengambangkan YaST, alat untuk menginstal dan konfigurasi yang nantinya menjadi titik pusat distribusi SuSE.

Pada bulan Mei 1996, S.u.S.E GmbH merilis distribusi SuSE Linux yang berdiri sendiri dengan nomor versi 4.2. Versi kali ini untuk pertama kalinya menggunakan YaST sebagai alat instalasi dan konfigurasi sistem. SuSE Linux 4.2 didistribusikan ke dalam 3 buah CD dan disertai sebuah Live-Filesystem.

SuSE Linux 5.0 mulai mengadopsi format RPM dari Red Hat Linux, namun format TGZ masih didukung

. SuSE Linux menjadi distribusi Linux terbesar di Jerman. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan juga produk SuSE Business Linux yang memiliki dukungan pembaruan yang panjang dan beragam paket pelatihan. Konsep ini nantinya yang akan diterapkan pada SUSE Linux Enterprise Server(SLES).

Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, kemudian di versi 6.1 mulai mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC mulai didukung pada versi 6.3. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series).

Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE. Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaSTditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux.

Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, namun sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).

Inovasi Desktop

Xgl and Compiz


Pada tanggal 2 Januari 2006, pengembang SUSE David Reveman mengumumkan Xgl, arsitektur server X yang dirancang untuk memanfaatkan kartu grafis modern melalui driver OpenGL mereka, berlapis di atas OpenGL via kemewahan. Compiz, salah satu window manager komposit pertama untuk X Window System yang mampu memanfaatkan akselerasi OpenGL ini, juga dirilis.

Inovasi KDE Desktop


SUSE adalah kontributor utama proyek KDE selama bertahun-tahun. Kontribusi SUSE di daerah ini sangat luas, dan mempengaruhi banyak bagian KDE seperti kdelib dan KDEBase, Kontact, dan kdenetwork. Proyek penting lainnya termasuk: KNetworkManager - front-end untuk Network Manager dan Kickoff - menu K baru untuk Desktop Plasma KDE.


GNOME innovations


Kelompok Ximian menjadi bagian Novell, dan pada gilirannya membuat dan melanjutkan beberapa kontribusi ke GNOME dengan aplikasi seperti F-Spot, Evolution dan Banshee. Desktop GNOME menggunakan slab dan bukan panel menu double-paneled GNOME dari openSUSE 10.2 ke openSUSE 11.4. Pada openSUSE 12.1 slab diganti dengan hulu GNOME Shell dan GNOME Fallback designs.

Versi


openSUSE versi baru dirilis setiap delapan bulan sekali. Sejak versi 11.2, dukungan pembaruan paket atau penambalan keamanan sampai dua rilis versi berikutnya ditambah dua bulan, sehingga masa dukungan bertambah menjadi 18 bulan (8x2+2).

Mulai Leap versi 42.1 (setelah versi 13.2), setiap rilis utama dijadwalkan akan didukung selama 36 bulan sampai versi utama berikutnya tersedia (misalnya 43.1), selaras dengan rilis SUSE Linux Enterprise. Setiap rilis minor (misalnya 42.1, 42.2 dan 42.3) dijadwalkan akan dirilis setiap tahun sekali, selaras dengan rilis Service Packs pada SUSE Linux Enterprise.

Versi yang telah stabil adalah versi openSUSE Leap 42.3


(Link Download Resmi) :
Leap Ver. : openSUSE Leap 42.3

Tumbleweed Ver. : openSUSE Tumbleweed

nb* Kedua download link diatas Media Pemasangannya - Intel 64-bit (x86_64)



Panduan Installasi



Persyaratan sistem minimum


CPU: Pentium III 500 MHz atau yang lebih tinggi (Pentium 4 2.4 GHz atau lebih tinggi atau AMD64 atau prosesor Intel64 direkomendasikan).

RAM: 1 GB RAM (2 GB direkomendasikan)

Disk Space: 5,0 GB untuk instalasi normal (disarankan lebih)

Sound dan Kartu Grafis: Kebanyakan kartu terbaru telah didukung.

Burning file iso ke dalam DVD

Sebelum kita melakukan burning iso ke DVD, ada baiknya terlebih dahulu kita harus Mengecek Md5 dari file iso yang telah kita download tersebut agar kita dapat memastikan bahwa file iso itu benar-benar lengkap dan tidak rusak atau corrupt. Pastikan saat membakar file iso ke DVD, kita menggunakan aplikasi burning iso (K3b atau Nero dan PowerISO jika kita menggunakan Windows), atau jika tidak maka DVD tidak akan bootable atau akan rusak.

Menggunakan USB Stick / Flash Disk

Image iso juga dapat kita masukkan ke USB Stik / Flash Disk jika kita akan menggunakan cara penginstalan dengan metode live USB.

Dual Boot (MS Windows dengan openSUSE pada komputer yang sama)

Jika kita memilih untuk menginstal openSUSE dan MS Windows pada komputer yang sama atau biasa disebut dengan dual boot, maka hal tersebut adalah sangat mudah kita lakukan jika MS Windows adalah yang pertama kali kita instal kemudian menyusul openSUSE. Setelah kita menginstal MS Windows dan diikuti oleh openSUSE, maka openSUSE akan mendeteksi MS Windows dan bootloade openSUSE yang kemudian akan ditampilkan pada setiap StartUp berupa pilihan apakah kita akan boot menggunakan openSUSE atau MS Windows.

Untuk melakukan instalasi dual boot, kita harus memastikan bahwa penginstalan dilakukan pada partisi yang berbeda agar kita terhidar dari bahaya kehilangan data, karena openSUSE akan secara otomatis akan menandai partisi MS Windows sebagai bagian yang akan dihapus saat penginstalan yang ditandai dengan tulisan warna merah, maka dalam melakukan dual boot ini kita harus berhati-hati.

Menghidupkan Peripherals / Perangkat Lain

Jika pada saat proses instalasi kita menghidupkan perangkat keras seperti printer dan perangkat lain, maka itu adalah sangat baik karena openSUSE akan secara otomatis langsung mengkonfigurasi perangkat-perangkat tersebut.

Instalasi Dengan DVD
Setelah kita melakukan burning openSUSE ke dalam DVD, kita langsung saja memasukkannya ke CD/DVD ROOM dan lakukan Re-start yang mana sebelumnya kita telah mengatur CD/DVD ROOM sebagai posisi pertama pada boot priority di BIOS, atau jika belum maka kita harus lakukan konfigurasi BIOS terlebih dahulu.

atau mengikuti langkah yang lainya seperti berikut ini ;

a) Siapkan 2 Partisi Kosong

Siapkan satu partisi >=20GB dan satu partisi >=1GB yang kosong. Yang besar dipakai sebagai partisi utama, yang kecil partisi swap. Anda bisa melakukan ini apakah dengan program GParted pada GNU/Linux LiveCD, atau resize partisi yang ada di OS yang sedang dipakai. Para praktik kali ini, saya merencanakan:

/dev/sda5 30GB sebagai partisi utama
/dev/sda3 2.5GB sebagai partisi swap

b) Siapkan Bootable Disk

Anda bisa membuat media instalasi berupa DVD atau USB Flash Disk. Yang paling mudah sekarang ialah yang USB. Pada distro GNU/Linux apa saja, Anda bisa memakai perintah dd untuk menulis ISO image openSUSE ke USB flash disk. Pada Windows, Anda bisa memakai program Rufus (lisensinya GNU GPL).

- Pakai dd di GNU/Linux dan Mac OS X:

$ sudo dd if=nama-iso-opensuse.iso of=/dev/sdXstatus=progress && sync

dengan detail:
nama-iso-opensuse.iso diganti dengan nama file .iso
X diganti dengan huruf perangkat flash disk, bisa diketahui dari perintah lsblk
status=progress bisa dihilangkan kalau GNU Anda versi lawas




Contoh pembuatan USB bootable openSUSE yang berhasil (pakai perintah dd)

- Pakai Rufus di Windows:

Baca wiki soal pembuatan USB bootable openSUSE

c) Booting ke openSUSE

Tancapkan flash disk ke komputer dan boot ke USB. Maka Anda akan melihat layar hijau bergambar bunglon openSUSE. Pilih "Installation" untuk memulai pemasangan sistem. Betul, citra 4GB openSUSE memang tidak menyediakan pilihan LiveCD kecuali instal saja.



1. Memilih Bahasa

Pada langkah pertama, Anda diminta menentukan bahasa. openSUSE telah menyediakan Bahasa Indonesia (terima kasih untuk tim penerjemah!) dan Anda bisa memilihnya. Adapun panduan ini akan berlangsung dalam Bahasa Inggris demi memudahkan semua pembaca.



2. Memilih Jaringan

Pada langkah kedua, Anda diminta menentukan sambungan internet. Di sini Anda tidak perlu mengubah apa pun sebab tidak diperlukan bagi instalasinya sendiri.



3. Memilih Expert Partitioner

Pada langkah ketiga, Anda ditawari 'Suggested Partitioning' (Pemartisian yang Disarankan) yang otomatis dipilihkan oleh openSUSE. Ini mirip pilihan 'Install Alongside' atau pilihan-pilihan otomatis lain di penginstalan distro lain; maka jangan pilih. Pilih 'Expert Partitioner' (Pemartisi Tingkat Mahir) yaitu pemartisian manual yang terkendali penuh oleh pengguna.



Contoh hasil akhir pemartisian (yang sudah disesuaikan dengan rencana):




PERINGATAN! Pemartisi tingkat mahir biasanya otomatis memilihkan partisi selain rencana kita. Anda bisa lihat kolom paling kanan seharusnya kosong semua, tetapi pemartisi akan menetapkan 2 partisi sebagai / dan swap. Maka nonaktifkanlah dengan double-click partisi > pilih 'do not format' > pilih 'do not mount' > ulangi untuk partisi satunya. Dengan begini tidak ada partisi yang ditetapkan oleh pemartisi.


4. Pembuatan Partisi Utama

Pada langkah keempat, Anda membuat partisi utama. Contohnya sesuai rencana saya /dev/sda5 adalah partisi utama. Maka caranya double-click /dev/sda5 > pilih Format partition > pilih file system: Ext4 > pilih Mount partition > pilih mount point: / > klik Finish. Anda akan kembali ke Expert Partitioner.



5. Pembuatan Partisi Swap

Pada langkah kelima, Anda membuat partisi swap. Contohnya sesuai rencana saya /dev/sda3 akan jadi swap. Maka caranya double-click /dev/sda3 > pilih Format > pilih file system: swap > pilih Mount partition > pilih mount point: swap > klik Finish. Anda pun akan kembali ke Expert Partitioner.



6. Menerima Pemartisian

Pada langkah keenam, Anda menerima pemartisian yang sudah Anda pilih di atas. Klik tombol 'Accept' (Terima) pada Expert Partitioner.



7. Memilih Negara & Zona Waktu

Pada langkah ketujuh, Anda memilih wilayah geografis untuk menyetel format kebahasaan dan waktu.



8. Memilih Tampilan Desktop

Pada langkah kedelapan, Anda memilih user interface bagi OS Anda ini. Pilih KDE Plasma.



9. Menentukan Username & Password

Pada langkah kesembilan, Anda menetukan username & password Anda sendiri. Tentukan juga password root (administrator) di sini atau centang pilihan Use this password for system administrator untuk menyamakan password biasa dengan password root.




10. Melihat Rangkuman Sebelum Melaksanakan

Pada langkah kesepuluh, pemartisi openSUSE menampilkan 'Installation Settings' rangkuman dari pilihan-pilihan Anda sejauh ini DAN BELUM ADA AKSI DILAKUKAN. Barulah setelah rangkuman ini Anda memencet tombol 'Install' seluruh pilihan akan dikerjakan termasuk pembuatan partisi. Jika Anda merasa melakukan kesalahan, tekan tombol Back dan perbaiki dulu, baru kembalilah ke rangkuman. Jika semua sudah siap tekan tombol 'Install'.




11. Melaksanakan Instalasi

Pada langkah kesebelas, Anda akan menunggu prosesi dipasangnya openSUSE ke komputer. Proses ini memakan waktu 20 menitan di laptop saya (ASUS X44C Celeron 2GB). Selama proses ini Anda akan melihat-lihat slideshow perkenalan openSUSE dan bahkan bisa melihat prosesi detailnya di tab 'Details'.




Setelah selesai semua installan siap dan siap untuk menjalankan perintah



Terima Kasih kepada Berbagai Sumber :
Panduan Installasi 1 - 5
Panduan Installasi a -c & 1(ke dua) - 10
Wikipedia Bahasa Indonesia ( Linux OpenSUSE )
Wikipedia Bahasa Inggris ( SUSE Linux )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaringan WAN : pengertian, fungsi, perangkat hardware, kelebihan dan kekurangan serta contoh jaringan wan Jaringan area luas (bahasa Ingg...